Showing posts with label Book And Review. Show all posts
Showing posts with label Book And Review. Show all posts

10.2.12

Critical Review Tesis Tentang Perda Parkir Kota Semarang


Era otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya UU No 22 tahun 1999 ( yang selanjutnya diperbarui menjadi UU No. 32 Tahun 2004) tentang Pemerintahan Daerah  dan UU No 25 Tahun 1999 ( yang selanjutnya diperbarui menjadi UU NO 33 Tahun 2004 ) tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah telah memberikan pengaruh yang significant  terhadap proses pembangunan di daerah. Kedua UU yang menjadi landasan pelaksanaan otonomi daerah tersebut memberikan jaminan bagi daerah untuk melaksanakan program-program pembangunan didaerahnya masing-masing dengan segenap potensi dan kemampuan yang dimiliki. Fenomena ini juga menandakan dimulainya era desentralisasi pengelolaan pemerintahan di Indonesia.

5.1.12

Reinventing Government

Seperti halnya kondisi birokrasi di banyak Negara yang cenderung tidak efisien dan efektif, Reinventing Government yang ditulis oleh David Osborne dan Ted Geabler juga diilhami oleh kecenderungan sinisme yang mendalam rakyat Amerika terhadap birokrasi. Buku tersebut juga merupakan kritik atas konsep weberian. Pada dasarnya gagasan Reinventing Government merupakan gagasan tentang penataan ulang pemerintahan. Gagasan ini terbilang revolusioner bagi mereka yang melihat pemerintahan sebagai sesuatu yang mapan, tidak berubah. Buku tersebut disusun dalam kurun waktu yang cukup lama, 4 tahun. Selama kurun waktu tersebut Osborne dan Geabler melakukan riset dan wawancara yang mendalam dengan ratusan orang dan bekerja dengan ribuan orang lainnya dalam berbagai peran yang mereka jalani di bidang manajemen dan konsultasi dalam bidang manajemen pemerintahan. 

3.1.12

Evaluasi RPJMD Kota Semarang Tahun 2005-2010: Perspektif Manajemen Strategis

Di era otonomi ini pembangunan kota menghadapi tantangan, masalah & peluang yang semakin kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan baru dalam pembangunan dengan pengelolaan organisasi dan program yang lebih memperhatikan aspek lingkungan eksternal dan internal dari organisasi tersebut. Pendekatan ini sering disebut sebagai pendekatan Managemen Strategis. Dalam manajemen strategis terdapat dua bagian yang saling berhubungan yaitu perencanaan strategis dan pelaksanaan pengelolaan dari hasil perencanaan strategis tersebut.

Perencanaan strategis pada dasarnya tidak menganut satu proses yang standar dan banyak sekali variasi proses yang ditawarkan oleh pustaka-pustaka tentang perencanaan strategis (serta tergantung juga dengan bidang tempat perencanaan strategis tersebut diterapkan). Menurut sejarahnya, perencanaan strategis pertama kali diterapkan di bidang militer, kemudian diterapkan ke dunia usaha atau perusahaan. Pada masa berikutnya, tipe perencanaan ini juga diterapkan ke organisasi nirlaba (non-profit).

17.12.11

Critical Review atas artikel Mico Raco & John Flint Berjudul : Communities, Place and Institusional Relations : Assessing the Role of Area – Based Community Representation in Local Governance


Summary


Dalam artikelnya yang berjudul Communities, Place and Institusional Relations : Assessing the Role of Area – Based Community Representaion in Local Governance, Mico Raco dari Department of Geography, University of Reading, Whiteknights, Reading RG6 6AB, UK dan John Flint dari Department of Urban Studies, University of Glasgow, 25 Bute Gardens, Glasgow G12 RS, UK menjelaskan tentang hubungan antara otoritas lokal dengan masyarakat di Skotlandia.

14.12.11

Teori, Perencanaan dan Pembangunan

Pandangan tentang Teori
“Tidak ada gerakan revolusioner tanpa teori revolusioner” demikian slogan yang sering dikumandangkan oleh para Marxian ketika merencanakan sebuah tindakan atau menganalisis sebuah fenomena. Pernyataan tersebut sebenarnya lebih menunjukkan posisi teori dalam ranah ilmu pengetahuan. Teori adalah kompas yang memandu seseorang dalam melakukan perjalanan intelektual, tanpa teori seseorang akan kesulitan dalam menentukan sikap atau arah perjalanannya. Meski posisi teori dalam ranah ilmu pengetahuan sedemikian penting namun  seringkali interpretasi seseorang atau sekelompok orang terhadap sebuah teori bisa berbeda ketika berhadapan dengan suatu objek, gejala atau fenomena tertentu. Perbedaan tersebut bisa jadi karena memang terdapat perbedaan dalam mendefinisikan teori sebagai bagian dari proses penelitian (dalam arti sempit) atau teori sebagai sebuah konsepsi filosofis.

5.11.09

Review Kritis Program Desentralisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Perum BKJ Semarang

P E N D A H U L U A N

Tulisan ini merupakan tinjauan kritis (Critical Review) atas pelaksanaan Program Desentralisasi Pengelolaan Sampah Masyarakat Perumahan Bukit Kencana Jaya kota Semarang (Perum BKJ). Bahan dari critical review ini adalah Dokumen Laporan Akhir Pelaksanaan Program yang di susun oleh Yayasan Bintari kota Semarang didukung oleh ProLH GTZ sebagai konsultan program. Program ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon yang disebabkan oleh limbah Perum BKJ. Bahkan, debit air mengalami penurunan karena kualitas daerah resepan air dibagian hulu mengalami penurunan sehingga mengurangi pasokan air untuk masyarakat. Berdasarkan hasil identifikasi bahwa kegiatan perumahan di sepanjang DAS Babon ternyata memberikan kontribusi terhadap pencemaran sungai baik dari limbah padat maupun limbah cair.

1.11.09

Perspektif Sitar Dalam Pengelolaan Kawasan yang Cepat Berkembang di Sekitar Kampus UNDIP Tembalang

Pendahuluan
Tema tentang perencanaan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas manusia. Karena sifatnya yang inheren dengan kehidupan manusia maka tidaklah mengherankan jika perencanaan menjadi issu penting yang melahirkan banyak sekali kajian-kajian. Persoalan perencanaan telah menarik minat banyak ilmuwan social yang kemudian merumuskannya kedalam berbagai teori perencanaan. Namun demikian teori tidak lebih dari pedoman untuk membantu memahami sebuah fenomena dan selanjutnya menyusun hipotesa tentang fenomena tersebut. Karena ruang lingkup perencanaan terkait dengan aktivitas/kegiatan manusia yang luas dan dinamis maka tidaklah mudah mendefinisikan perencanaan semata-mata kedalam model matematika yang statis. Itulah sebabnya sebuah fenomena selalu bisa dilihat dari berbagai pespektif atau sudut pandang.

28.10.09

Pantai Teluk Penyu, Cilacap


Menikmati keindahan Pantai Teluk Penyu di Cilacap pada pagi hari sungguh mengasyikkan. Deburan ombak, lebutnya pasir pantai, kehangatan sinar matahari pagi yang baru saja terbit benar-benar memberikan sensasi tersendiri. Aku benar-benar terpana, barangkali karena selama ini aku terlalu disibukkan oleh "duniaku" sendiri ( mungkin termasuk anda juga ), sebuah dunia yang kita ciptakan dari ketidak berdayaan dan ketidaksadaran, sebuah rutinitas yang membuat kita tak ubahnya seperti mesin. kita menjadi terasing dengan diri kita sendiri, tidak mampu mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh "diri sejati" kita.